nope

on Friday, June 10, 2011

Why are you so adorable dear?
watch your guitaring video makes me doing my guilty pleasure.
Oh plis,dont you know even i did never text you via blackberry messenger, 
yahoo messenger, or facebook chat, also not follow your twitter account. 
There’re many things why i did it for. 
You dont know, and i know u’ll never care bout my writings anymore, 
so i’m braving my self to write this on my blog.

If you just dont care, girl cant do the same. 

Ketika harus berbahagia namun kehilangan (as i’ve promised in my tweet )

on Wednesday, June 1, 2011

Kalian bersahabat, dulunya. Sekarang bagaimana jika aku ganti: KAMI BERSAHABAT.
Hari minggu, pengumuman kelulusan audisi TIMBC. Sebenernya nilai udah keluar dari hari jum’at. So, hari jumat itu gue udah tau nilai gue 82. Mm kalo boleh sombong dikit sih nilai tertinggi di bass drum. Surprisingly, banyak senior-senior yang nilainya ga bagus-bagus amat, standar bahkan agak ehm gimana gitu ya. Gue rasa si senior-senior yang sebenernya udah jago itu mungkin agak meremehkan audisi karena materinya at least relatif mudah. Kalo gue sih ya jujur aja punya prepare dan effort yang cukup mungkin. terutama sinkronisasi musik sama tempo metronome. Berhubung gue punya keyboard yang ada metronome-nya ya trial-trial lah di sela-sela kesibukan belajar untuk UAS (wow “sibuk belajar”). Mungkin aja mereka-mereka yang nilainya ga bagus-bagus amat ga terbiasa menyesuaikan diri dengan constant motion dari metronome. Apalagi pas audisi suara snare-nya kenceng abis automatically tempo metronome akan tenggelam pas pukulan forte. Gue mengakali dan merecovery nya dengan melihat jarum metronome dan nyala merah lampunya. Alhamdulillah pas audisi gue ga nervous. Seperti kata nimon: sedikit masalah di ritmik dan dinamik. Masalah tempo ga loss berlebihan. Dan satu lagi, pukulan gue terkesan letoy agaknya.

Kalo di bass drum sendiri dari 7 member nilai audisinya:
Gue: 82, teguh: 81, meka: 74, adlina: 74, anggra: 74, prima: 73, vinda: 69

Gue sendiri heran kenapa meka, anggra, terutama vinda nilainya segitu.
Entahlah siapa yang akan (istilah kasarnya) tersingkir. Berhubung nilai gue ehm bagus-bagus aja wajar dong kalo gue berpositif thinking ada dalam safety zone.

Ternyata pas hari minggu di announce-lah siapa-siapa yang ada dalam posisi genting, baik lulus bersyarat ataupun terbilang unqualified. Guess what? Vinda & anggra was included. Nama-nama yang disebut banyak yang ga disangka-sangka.

Bass drum which is only consisted of 5 person. Meka, gue, prima, adlina teguh. Gue ditaro di BD 2. Artinya, banyak tonal banyak roll. Hore, karena beban yang harus gue pikul turun derajat dari 3 ke 2. Challenging, karena jujur aja gue orangnya moody banget kalo nerima materi. Sekalinya ga mood ya lola. Mana tangan kiri gue (istilahnya karjo) impoten kalo lagi tempo dikejar anjing. Ya dicoba dulu lah.

Malem itu, vinda dan anggra ga bisa membendung kesedihan. Gue yakin ga Cuma tertawa, sama ngantuk aja penyakit yang paling cepat penularan tanpa media perantaranya. Yang namanya sedih juga contagious. Anggra masih bisa ketemu kita, masih bisa ngomong saat itu juga. Sorot dan sinar matanya itu bikin ga tega. Di forum itu, biancha jadi ga berkutik begitu juga dengan meka, apalagi gue ga bisa ngapa-ngapain. Gue anak yang paling baru di bass drum udah bisa merasakan bagaimana seharusnya hati para BD-ers itu bersatu akan mempengaruhi sound yang dihasilkan. Di forum itu anggra ga membahas banyak tentang dirinya sendiri, justru lebih banyak membicarakan vinda dan tentunya menarik simpati. “kenapa hal yang justru kita bilang ke orang banyak, malah hal itu yang ga kita dapetin”. Ok, gue tahu banget gimana rasanya ketika lo sangat bersemangat dan berkoar-koar ke semua orang tapi akhirnya sesuatu itu belom kesampean. ya i’m the person who dont wanna talk somebody about something what i cant surely get. Anggra said “ vinda ga bilang ke orang lain kalo dia bisa main piano, dia ga bilang dia bisa main gitar, tapi yang dia bilang ke orang gue bisa main bass drum”. Saat itu gue tahu mereka sangat terpukul dengan keputusan. Terutama vinda yang ga bisa nyamperin dan disamperin. Gue tahu persahabatan yang udah terbentuk antara meka, anggra, sama vinda itu tightly banget. Dan gue mencoba merasakan juga gimana ada di posisi meka, ketika Cuma dia yang bertahan tanpa mereka. (wah my words are so heartless). Gue, sebagai anak yang paling fresh dan penyusup baru diantara kebersamaan yang lebih lama terbentuk diantara senior bass drum dan cadets bass drum terbersit rasa agak ga enak juga karena secara ga langsung gue menggeser satu posisi yang seharusnya dimiliki oleh salah satu dari vinda atau anggra. Maaaaaaafffff banget.

Walaupun gue tergolong baru, gue bisa merasakan sangat enjoy berteman dengan mereka. Hm, ga seperti dulu gue di snare atau di pit. Biarpun gue ga suka-suka banget ama alatnya (bass drum), tapi gue lebih suka suasana dan atmosfir yang terbentuk dari beratnya bass drum gede-gede.

Dulu sebelum kenal sama anggra, first impression gue terhadap dia, dia orangnya sengak, sombong, dan nyebelin. Setelah kenal mungkin yang menyebabkan dia terlihat seperti itu karena dia orangnya emang cerewet banget, hahaha sorry for saying this anggra...certainly i’m gonna miss your screamy and loudy voice btw. Siapa lagi yang akan nyari gue dengan manggil teriak-teriak. I know u’re great person who cares about people, kecuali pacarnya yang malah dihindar-hindarin.

Kalo vinda, siapapun yang melihatnya pertama kali akan berpikir hal yang sama dengan gue: preman. Vinda dengan postur bongsor emang unbeatable banget ditambah kecintaannya pada bass drum 5, perfectly matching. Gue pikir posisinya sebagai BD5-holder akan irreplacable. Vinda orang yang paling fun, nyantai, dan apa adanya. Dari ketiga senior yang ada, gue paling suka cara ngajarnya vinda. Ga pernah marah dan kesel kalo gue ngulang-ngulang mulu. Ketawa-ketawa sambil bilang “bisa bisa” ketika gue bilang “aduh salah mulu, susah banget, dll”. Dia yang nyuruh gue nikmatin musik dengan ngafalin iramanya baru setelah itu sadari polanya. Kebiasaannya pasti bikin kangen, goyang-goyang khas yang ngangkat kaki (haha actually it’s hard to visualize the motion over the words), sama kebiasaannya yang tiba-tiba suka ngedorong bahu ala bullying (vinda i’ve ever followed this, this manner was so “you”) sambil bilang “apa lu?”. Siapa lagi yang akan sesangar ini?.

Hari seninnya, diadakanlah meeting internal bass drum. Walaupun yang bisa hadir Cuma ber-5 (exclude meka dan prima) plus alfi yang out setelah basic training. Banyak basa-basi dan out of topic selama pembicaraan. Hari minggu gue udah liat air mata anggra yang berderai-derai, hari ini vinda terlihat sangat menahan air matanya sampe ga berderai Cuma membendung di ujung tombak pelupuk mata. Lagi-lagi karena gue orangnya perasa banget (iya lho beneran) gue mencoba merasakan gimana ada di posisi dia, eh but i’m not those who are like heartless-cry-babe, ya walopun gue perasa gitu tapi gue bukan tipe cengeng. Dia cerita gimana mimpi dia untuk proyek ini udah besar banget. waktu dia dengerin rekaman gpmb 2010 gimana permainannya itu over power, dia bertekad untuk memperbaiki permainannya di proyek selanjutnya. Mimpi itu udah dibangunnya bareng meka, mimpi itu ditumpunya diatas harapan yang besar. tapi apa daya, ketika sudah mengharap sesuatu tapi akhirnya ga bisa, mimpi ini harus stop disini, dan harus ada orang lain yang ngelanjutin. Sebagaimana kata budi sang pelatih juga, pikirin perasaan mereka-mereka dengan cara giat latihan. Jangan membuang kesempatan yang udah dikasi dimana orang lain belom bisa dapatkan. Kata vinda: kalian main juga buat kita yang ga kepilih. Lanjutkan mimpi dan obsesi. Tingkatin segalanya, especially gue tingkatin POWER katanya. Yang berat adalah ketika lo udah mulai jenuh dengan latihan, merasa semua ini berat. Namun ketika kita bersahabat, support, spirit, dan aura positif bisa dateng dari mereka. Ya tonal BD akan mengalir sebagai bukti penyatuan hati (apa sih gueeeeeee)

Ketika harus berbahagia, akhirnya mendapat apa yang diinginkan. Namun kehilangan, mereka yang telah membangun rasa cintanya lebih dahulu, dan menularkannya pada generasi baru. Ga kehilangan secara eksplisit, mereka masih ada, mereka masih akan menjadi keluarga MBUI, tapi ntah mereka bilang ga akan balik ke bass drum. Jadi kalo disimpulin apa ya? Ya gue akan merasa bahagia untuk kalian, dan membutuhkan kalian untuk mengajari gue banyak hal J.



the six of us (L to R): alfi (ex-BD1), me, teguh (behind me), adlina, anggra, and vinda
prima and meka, ur picture will be appeared on my blog ASAP

Readers, i appreciate you to read this but please dont judge anything on me ya!!

Wish me luck for todays audition

on Friday, May 27, 2011

What audition?it’s called TIMBC. Actually i dont even know what does TIMBC stands for, yah i guess it’s something like thailand international marching band competition or what..

Mm, jadi hari ini dan kemaren ada audisi pemilihan pasukan MBUI (Madah Bahana UI; nama marching band-nya) untuk delegasi TIMBC. You know? Tahun ini MBUI ga proyek GPMB (grand prix marching band) nasional lagi, ya ceritanya naikin level lah ke tingkat internasional. Berhubung tahun kemaren MBUI udah juara umum GPMB ganti saingan lah sekarang masa lagi-lagi ketemu UGM,BCK,semen padang,gita teladan,dll. Sebenernya sih kalo dulu-dulu ga ada audisi untuk jadi pasukan MBUI buat GPMB. Biasanya Cuma mereka-mereka yang lulus seleksi alam yang akan jadi member full band-nya MBUI. Tapi untuk proyek ini ada kebijakan baru untuk merekrut orang orang yang qualified menurut si juri yang kira-kira cocok dan mampu membawa nama harum MBUI ke tingkat internasional di thailand.

Nanti jam setengah 7 gue akan menjalani audisi. Materinya ga susah sebenernya, tapi karena ga susah inilah menurut gue jadi banyak orang yang bisa dan jadi susah ketebak kira-kira gue akan lolos atau enggak. Gue ga berani ke-PD-an dan terlalu naro banyak harapan karena gue pun ga skillfull-skillfull amat dibanding yang lain, terutama senior-senior yang udah killer itu. Tapi jelas, gue sangat ingin jadi pasukan.

Jadi gue sudah menimbang-nimbang kalo gue keterima maupun enggak akan kayak gimana.
Perkiraan pesimis. gue ga keterima (atau kena rekom posisi lagi, apalagi harus dipindah section *alat* lain), berarti:
  • Gue rugi 700 ribu karena bayar uang SP (semester pendek,kuliah yang diadakan selama liburan berlangsung).  kenapa gue ikutan sp? Karena gue mikirnya kalo gue jadi pasukan, gabut juga kan di depok buat latihan doang, mending kuliah walaupun Cuma senin selasa.
  • Rugi 600 ribu buat tiket paramore. Gue udah beli tiketnya yang fest-A dengan venue di ancol tanggal 19 agustus. Kalo ga keterima kan otomatis gue ada di rumah, ga akan balik ke depok lagi, dan akan beli tiket konsernya yang di bali.
  • Gue bisa pulang dan liburan 3 bulan full. Mau kunjungan ke bandung, jogja, mana aja jadi gampang.
  • Dan paling menyedihkan, deal, i’ll quit marching band for-ever maybe L. Gimana enggak? Gue udah dari zaman cadets ikut marching band sampe megang 3 alat (snare,pit,bass drum) karena rekom posisi masa ujung-ujungnya harus jadi cadets lagi bareng sama maba tahun depan?. Ah kalo seperti itu gue udah ga kuat.
  • Kalo udah ga ikut marching band lagi, artinya: gue akan sangat malas olahraga, gue akan jadi mahasiswa pengangguran yang punya lebih banyak waktu untuk ngelakuin hal lain seperti belajar, nulis, ikut seminar, organisasi, ngulik lagu-lagu, atau parttime job bahkan. Dan ga ada perenggut weekend serta liburan-liburan lain karena ga ada lagi jadwal latihan. Gue akan kehilangan teman-teman yang beragam dari berbagai fakultas. Parahnya, mau dibawa kemana obsesi musik gue??

Perkiraan optimis. Gue keterima dan di alat yang fit sama keinginan dan kondisi gue, berarti:
  • Uang SP ga sia-sia
  • Bisa nonton konser paramore di ancol
  • Ga bisa pulang. ga ketemu ibu, bapak, adek, semuanya.
  • Harus super bisa managing schedule diantara jadwal latihan yang bikin mau mati. Harus konsisten ga boleh membiarkan nilai akademik jeblok-jeblok amat. Artinya, waktu untuk melakukan hal lain yang gue senangi akan berkurang bahkan hilang. Atau yang bisa dikorbankan, waktu tidur.
  • Ga punya weekend
  • Yang paling penting, kesempatan priceless yang bisa gue dapat: JADI PASUKAN MBUI KE AJANG INTERNASIONAL. Melakukan hal yang gue senangi sekaligus membuahkan prestasi (at least pengalaman lah). Jalan-jalan ke thailand ++.


Kalo dilihat-lihat tentu yang lebih banyak punya nilai plus ya perkiraan optimis.
So Readers, (once again) wish me luck for todays audition. Yah, to get another achievement of my life. This’ gonna be determination of my whole college life. hehehe. J

Betapa gembelnya gue malam ini

on Saturday, May 21, 2011

Sedikit cerita sesuai judul, ya hari ini gue mengGEMBEL. Dari mulai tadi pagi latihan mb (marching band,red) jam 10 pagi, tapi gue udah mandi jam 7, ya karena sesuatu hal gue jadi rajin mandi hehe. Biasa latihan diawali dengan latihan fisik. Latihan fisiknya lari keliling lingkar luar stadion UI, ya kalo dikira-kira sih mungkin sekitar 1,5 km (kurang dikit kali ye). Ternyata pagi ini gue cukup bersemangat, kecepatan jogging gue mencepat dari biasanya. Kalo biasanya gue jadi urutan kesekian dari semua gender dan urutan ke-5-an dari seluruh wanita, pagi ini beda. Ntah kenapa gue jadi urutan 5 dari semua gender dan urutan pertama dari seluruh wanita,GILA HEBAT BANGET,HAHAHAHA. Yang penting sih bukan itunya, yang mau gue pamerin disini adalah BAYANGKAN betapa keringat mengucur-ngucur di badan gue, di muka, leher, punggung, sampe kaki-kaki segala. Disinilah ke-bau-an gue dimulai. Emang sih kelenjar keringat gue selalu produktif 4 kali seminggu setiap jogging mb, tapi kali ini kecepatan rata-rata gue bertambah. Artinya, derajat kelelahan dan keringat pun mengalami kenaikan. Pemanasan fisik ga sampe sini aja, masih ada pemanasan kepala, tangan, kaki, pinggul, dan nafas. Terakhir, push-up diatas rerumputan bertanah which means baju gue yang berwarna putih itu ternodai oleh tanah, begitu juga celana training hitam yang gue kenakan.

Nah sorenya, seperti sabtu sore sebelum-sebelumnya ada yang namanya sesi marking. Atau istilah familiarnya parade. Jadi, gue harus menyiapkan fisik untuk mengangkat kekasih gue yang lain, BASS DRUM 3 sepanjang berkilo-kilo meter. Rute marking sore tadi keliling stadion-kutek-balik gymnasium. Dan gue menggendong si bass drum 3 yang berat itu non-stop. Cape sih tapi happy-happy aja karena diliatin ama orang-orang di jalan, hahaha, ada pride-nya tersendiri lah. Badan pegel apalagi punggung dan besi bracket-nya mentok banget di tulang, beh menyiksa sekali kalo diratapi. Pegel-pegel cape pastinya ga lepas dari keringat (lagi). Gue yang udah punya handuk (itu lho yang biasanya buat orang jogging), ngelap-ngelap muka mulu pas ada kesempatan. Yang namanya keringat tuh ngalir dan terus-terusan. Lagi-lagi, bau, anjer. Tapi bau keringet semua anak marching band sepertinya udah menyatu sama raga dan alunan musik (apa deh).

Malemnya, sesi evaluasi. Bodohnya, gue duduk bersandar ama roda motor. BODOH KAN?. Ya otomatis baju gue yang putih itu kotor banget men!!!!! Tau roda motor bekas ngelindes-lindes jalanan yang entah gimana kondisinya. Yes, baju bagian belakang kotor. Bagian bawahnya juga, akibat duduk menyatu ama tanah.

Dan bukannya jam 7 itu langsung pulang dan bersih-bersih diri, ehhh malah caws ke margonda. Oke, si gembel jalan-jalan. Baju+celana kotor, bau keringet, kerudung lepek, apalagi muka gue!!!! Ya Allah dari pagi ga ada cuci muka sama sekali setelah mandi pagi karena ga ada wudhu. kita ber-13 anak perkusi yang rata-rata sama gembelnya kayak gue pun pergi makan. Yang namanya udah sama anak mb, dijamin ga bisa sebentar. Dan badan gue nambah satu aroma lagi, rokok. Berhubung orang-orang yang ngerokok ini duduk deket gue dan arah asepnya ke gue ya gitu lah, bayangin aja.

Oya, tahukah kalian?. Tadi gue ke margonda naik motor, malem minggu rame banget. Dan gue bersama seorang temen yang gue bonceng ke jalan raya ga pake helm, brutal. Tapi alhamdulillah pulang-pergi dengan selamat.

Sesampainya di kamar udah jam 10-an. malem-malem gini males banget mandi kan. Tapi mengingat gue mandinya pagi banget ditambah bau-bau yang tadi mana pas gue liat baju gue kotor parah, akhirnya gue memutuskan untuk mandi dan keramas pula (rambut lepek banget men).

Dan sekarang disinilah gue, dalam keadaan wangi diatas kasur, kembali nge-blog. Berhubung besok ada keajaiban yang menyebabkan latihan MB libur (demi ape latihan libur???) malem ini gue bisa agak nyantai dan men-delay tugas-tugas gue sampai besok.

the black shining star from canada has finally come to jakarta: AVRIL LAVIGNE

on Sunday, May 15, 2011
Why you have to go and make things so complicated, i see the way you acting like you’re somebody else gets me frustate, life’s like this you.
Complicated-avril lavigne.

Dulu, waktu gue sekitar kelas 5 SD mungkin, dari seorang karyawannya bokap ntah gue lupa siapa namanya, gue pinjem kaset kompilasi namanya yang gue lupa juga judulnya. Awalnya gue pinjem karena pengen dengerin bring me to life-nya evanescence, terus ngedenger lagu complicatednya avril lavigne ok, langsung gue jatuh cinta!. Untuk pertama kalinya gue tahu avril lavigne.

Pas SMP, ada temen gue namanya beryl, pas perkenalan pertama kali dia memperkenalkan namanya dengan beryl lavigne. Pas kelas 2 SMP gue beli deh under my skin walaupun rilis albumnya udah jauh-jauh dari tahun sebelumnya. Ditambah dulu sering share sama mayna dan nyanyi-nyanyiin bareng. Ok,fix gue suka banget sama avril dengan gayanya yang boyish dan gothic itu. Kelas 3, waktu the best damn thing baru rilis, gue langsung beli kasetnya bareng tami yang waktu itu juga beli kasetnya sherina. Dan dimana kaset itu disembunyikan?kotak susu,haha andalan anak assalaam kalo beli barter (barang terlarang,red). Dan sayangnya kaset itu ujung-ujungnya disita juga.

Liburan di rumah kelas 3 SMP. Kaset the best damn thing gue puter setiap saat. Gue apalin liriknya, gue ikutin cara nyanyinya, pronouncation sedetail-detailnya. Dan dulu, kalo tiap dengerin lagu dia, gue punya mimpi-mimpi. Ceritanya pas promo lagu itu dia ngadain tour, termasuk ke indonesia. Terus ada audisi buat dampingin dia pas konsernya. Dan bodohnya ceritanya gue yang diterima jadi backing vokal utamanya, lebih tepatnya duet sama dia,bahahaha. Bodohnya lagi gue sempet ngimpi jadi drummer atau gitaris buat ngiringin dia juga (in case, pada saat itu gue belom sama sekali menyentuh dunia per-drum-an). maklum ya,ini bayangan-bayangan anak SMP yang pengen ketemu idolanya banget.

SMA,udah punya MP4. Download segala lagunya dia,album maupun single. Sampe segala lagu yang pernah dia cover. Berhubung udah ngeband juga, jadi mainin lagu-lagu dia. Gue pun jadi suka SUM 41 gara-gara avril menikahi derick whibley,pentolan di SUM 41. Dan pas kelas 2, di peta hidup gue pun gue tulis impian gue di umur sekian mau ke kanada, ga lain gabukan buat main ke kampung halamannya avril dan derick di ontario.oh mennn.

2011, avril merilis albumnya “goodbye lullaby”. Walaupun belom rilis secara resmi, gue udah berhasil dapet lagu-lagunya. Thankies ya para pembajak yang mempublishnya di internet. Betapa teknologi mempermudah hidup manusia. Hem,ternyata perjalan album avril mengalami metamorfosis yang cukup signifikan:

1. Let go: di album ini avril boyish banget. Masa ‘in’nya dia dengan complicated dan sk8er boy. Style masih remaja banget, tomboy banget, dan ala cewek anak band.

2. Under my skin: nah kalo ini gue rasa temanya “gothic”. Dari covernya aja keliatan,hitam dan suram. My happy ending sepertinya lagu yang paling kedengeran.

3. The best damn thing: berhubung pas pembuatan album ini avril already taken by derick whibley, dia udah ga seboyish dan segothic dulu. Lagu-lagu di album ini terkesan bitch dan bersemangat. Track andalan di album ini: girlfriend.

4. Nah, kalo goodbye lullaby: lagunya kalem-kalem, tipe musiknya agak monoton. Jujur aja gue kurang suka sama album ini, karena ga ada passion khusus yang menyebabkan album ini spesial. Musiknya terlalu easy listening, jadi agak kurang menantang untuk dinikmati,hehe.

Suatu hari tiba-tiba janet ngasi kabar ke gue kalo udah ada promotor yang mengurusi konser avril lavigne, namanya mahakaentertainment. Berita yang buru-buru menurut gue. Mengingat biasanya konser-konser yang digelar di indonesia kabarnya udah booming berbulan-bulan sebelumnya. So, AVRIL MAU KE INDONESIA? Apa yang harus gue lakukan? Gue ngefans mati sama dia! Dari SD pula!. GUE HARUS NONTON. Tempat tujuan avril di jakarta, dan gue pun ada di jakarta. Kurang apa lagi?. Akhirnya di hari kamis, tiket presale hari pertama dibuka di senayan city. Gue kesana bareng rebel karena janet sakit, dengan bersemangat dan rasa takut disana bakal rame banget. Dengan obsesi dapet mistery tix (tiket ini 300 ribu include album goodbye lullaby). Berdiri 2,5 jam di depan brew house, akhirnya dapet juga tiketnya. Walaupun harus tekor karena rebel orangnya picik banget, minta ongkos ga tanggung-tanggung. Yaudahlah,bagi gue kedatangan avril ke indonesia itu priceless.

11 mei 2011. Hari ini datang juga,akhirnya. Awalnya berencana untuk ga masuk kelas fisika dasar. Ah sayang sekali, hari itu ada presentasi poster yang mana gue harus ada di kelas. Aslinya sih selesai kelas baru jam setengah 6, berhubung presentasi kelompok gue jam setengah 5, abis presentasi langsung caws dari kelas, meninggalkan dosen dan mata kuliahnya begitu saja,haha. Mandi,beres-beres, nunggu bikun, bla-bla. Akhirnya baru berangkat naik taksi jam setengah 6. Bayangkan? Open gate di balai kartini jam 5 dan baru berangkat jam setengah 6. Tapi berhubung gue udah pengalaman nonton konser sebelumnya, ya gue santai aja, karena gue tahu paling baru mulai konsernya jam 8 lewat. Sesampainya di balai kartini, everyone i see is mostly wearing black stuff, ala rockstar dah. Dan gue dapet tempat nonton di tempat yang paling belakang, karena yang depan udah penuh, dan kalo maksain ke depan pun akan ga keliatan juga, mending di belakang milih tempat yang agak lengang dan ga desek-desekan. Bener kan, konsernya baru mulai jam setengah 9.

Dengan opening act avril diiringi black star instrument and the first word she said: JEKARDA (jakarta,red) yang menurut gue lebih terdengar seperti chicago. Astaga, kenapa panggungnya jauh banget men?avrilnya kayak semut.

Dan list lagu-lagu yang dia bawakan malam itu:

1. What the hell

2. Sk8er boy

3. He wasn’t

4. My happy ending

5. Don’t tell me

6. Alice

7. Bad reputation

8. I love you

9. Wish you were here

10. I’m with you

11. Goodbye lullaby

12. Stop standing there

13. When you’re gone

14. Girlfriend

15. Smile

16. Complicated

Apalagi ya?aduh.

Men,walaupun paling belakang, semangat gue ga ada habisnya untuk loncat nyanyi-nyanyi. Berhubung gue apal banget, jadi seru dong loncat-loncatnya. Eh si janet sama

mona gak seru banget karena ga apal.

Gue mau freak sama siapa coba?untung ada indah (mantannya tasbeh, yang dateng jauh2 dari jogja) namanya. Jadi yang freak dan apal banget Cuma kita berdua. Sukur banget ada yang seruan dikit. Oh iya si tami padahal gue ajakin nonton, tapi ntahlah dia punya something more important di jogja sana. Teeemm, padahal kalo ada lo we’re gonna rock and scream it out!!. Mm,gue envy banget sama orang-orang yang dapet tempat di depan, yang mungkin udah dari pagi ada di balai kartini karena mereka bisa liat dari deket si rockstar itu bernyanyi,lonjak-lonjak,dan main gitar. Dah uhhh, avril lavigne sempet turun dari panggung which means omg, dia bisa dilihat dari jarak yang sangat dekat,men!. Kalo nontonnya dari depan pasti euforia bakal kerasa banget. “i want every body scream hey hey”. Seselesainya konser, yang ada perasaan puas dan ga puas. Puas sih, karena turut berkontribusi berteriak-teriak di konsernya, sebagaimana yang dia inginkan di tulisannya di album the best damn thing. Ga puas, karena dia ga keliatan!! Cuma rambutnya yang berkibas-kibas. Fix banget, lain kali kalo nonton konser harus beli tiket premium, jangan yang murah-murah kalo beneran ngefans. (btw,gue udah beli tiket konser paramore yang fest A, ya bukan fest B, artinya lebih depan). Dan sial banget, she left the stage after only 1 hour performed. Astaga, kilat banget sih wey? Goodbye jekarda,menyedihkan sekali.

Hem berhubung mona ga berhasil ngambil angle yang bagus untuk foto avril dan stagenya, kita Cuma foto-foto paska konser. Ya foto-foto di poster!. Gue udah bermaksud banget untuk beli merchandise konser

avril saat itu. Dan sialnya??? Cuma ada 1 merchandise yang available, dan itu Cuma kaos original, dan tau harganya?300 ribu rupiah. Men, gue beli satu kaos bisa dapet satu tiket konser lagi. Batal beli, dan gue menyesal ga dapet apa-apa dari situ. Cuma dapet free hot fruit tea. Dan wek, sumpah fruit tea ini freak banget rasanya. Kalo mau ngebayangin sih rasanya kayak teh rasa cabe. Inovasi yang aneh!.

Jadi, pelajaran dari momen ini: jangan beli tiket konser yang paling murah, akibatnya ga puas (tapi apadaya juga sih kalo kemampuan finansial lo terbatas). Ya artinya harus ada effort dan treatment khusus untuk mendapatkan kepuasan itu. Gimana caranya dapet kepuasan itu?berarti harus ada uang lebih kan?. Usahain ga minta duit sama ortu, berpikirlah sebagaimana orang dewasa, kebutuhan seperti ini bukanlah kebutuhan primer, rasanya ga pantes aja kalo minta-minta sama ortu. Sekedar berbagi, tiket ini gue beli dengan uang tabungan gue sendiri lho (begitu pula tiket konser paramore). Dan pelajaran yang lain, belilah merchandise pada saat pra-concert moment, biasanya ada penjual-penjual asongan yang menjual barang KW, dan tentunya resiko keabisan ga sebesar kalo beli pasca-concert.

Hem, panjang banget ya ternyata.

Oya satu hal yang gue tekankan lagi, buat yang baca janganlah menganggap penulis cukup hedon. Karena sesungguhnya kefanatikan itu berbeda. Mereka yang tidak fanatik tidak akan pernah tahu bagaimana ketika seseorang sangat menginginkan sesuatu, karena tentunya gue ga asal mau nonton konser ini itu, tau kan ada istilah opportunity cost di ekonomi?nah itu udah menjadi bahan pertimbangan gue.

So, selamat menikmati konser lainnya, concert addict!